Home » » Jokowi Menolak Kenaikan BBM apa Jokowi Meminta Kenaikan BBM

Jokowi Menolak Kenaikan BBM apa Jokowi Meminta Kenaikan BBM

Posted by Berita Politik • Berita Terkini on 8/24/2014

Jokowi Menolak Kenaikan BBM apa Jokowi Meminta Kenaikan BBM - Sewaktu Masih menjadi CALON Gubernur DKI, Jokowi dengan Tegas Menolak Kenaikan Harga BBM dan Meminta Kenaikan BBM Setelah jadi Presiden.

Jokowi Menolak Kenaikan BBM apa Jokowi Meminta Kenaikan BBM

Jokowi Menolak Harga BBM Naik Semenjak jadi Calon Gubernur
"Saya kira semua yang ditanya inginnya harga BBM tidak naik" kata Jokowi.

VIVAnews - Walikota Solo, Joko Widodo, mengaku tidak setuju harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan pada awal April mendatang. Pasalnya, warga masyarakat masih menginginkan harga BBM yang murah.

"Siapapun atau seluruh rakyat jika ditanya tentang rencana kenaikan harga BBM pasti tidak mau, karena mereka inginnya yang murah" kata Jokowi, sapaan akrab Walikota Solo, Selasa, 27 Maret 2012.

Selanjutnya, bakal calon Gubernur DKI Jakarta ini pun menyuruh wartawan menanyai satu per satu masyarakat. Menurutnya, rakyat dipastikan jawabannya akan menolak rencana itu. "Saya kira semua yang ditanya inginnya harga BBM tidak naik" kata dia.

Terkait rencana kenaikan harga BBM, Jokowi pun menggelar rapat yang diikuti sejumlah pejabat muspida serta dari instansi militer dan polisi. "Rapat ini untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM. Demo tidak apa-apa namun harus ada antisipasi baik sebelum maupun pasca" katanya.

Berdasarkan hasil rapat tersebut, Jokowi mengungkapkan bahwa tidak ada laporan maupun indikasi ancaman terkait rencana kenaikan harga BBM. "Laporan-laporan dari jajaran Muspida menyebutkan jika Solo tidak ada masalah" ujarnya. (adi)

Sumber Referensi VIVANEWS.COM

Sikap Jokowi Setelah Terpilih Menjadi Presiden

REPUBLIKA.CO.ID - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan menaikkan harga BBM sebelum ia dilantik. Hal itu karena Jokowi menginginkan agar beban subsidi BBM tidak hanya ditanggung oleh pemerintahannya mendatang.

"Yang baik ya kenaikannya dibagi-bagi. Pemerintah sekarang dan nanti yang akan datang. Kalau menaikkan berarti mengurangi beban ke depan" ujarnya usai menghadiri Soegeng Sarjadi Award di Hotel Four Season, Selasa (19/8).

Dalam RAPBN 2015, anggaran untuk belanja subsidi energi adalah Rp 291,1 triliun. Jumlah itu meningkat dari alokasi APBN perubahan 2014 sebesar Rp 246,5 triliun.

Jokowi menilai, subsidi tersebut terlalu besar sehingga membebani APBN. Padahal, kata dia, jika anggaran subsidi ditekan, akan ada ruang fiskal yang lebih besar untuk program kerja lain.

Misalnya, dia mencontohkan, subsidi listrik selama ini sangat besar karena proses produksinya menggunakan BBM. Padahal, listrik sebenarnya juga bisa diproduksi menggunakan gas, batu bara, dan bio thermal, yang harga produksinya jauh lebih hemat.

"Dari itu kita sudah bisa menghemat Rp 60 sampai 70 triliun" ujarnya.

Sumber Referensi REPUBLIKA.CO.ID

Menurut ane pribadi, sikap presiden terpilih Jokowi ini sikap kritis yang di tanggung beliau, melihat dengan keadaan yang sebenarnya tidak ingin BBM naik, namun setelah di lihat data Subsidi APBN yang terlalu besar per-tahunnya, sebagai seorang pemimpin harus bisa mengambil keputusan tegas menaggapi permasalahan yang dihadapi.

SHARE :
Materi Teknik Informatika

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Berita Politik • Berita Terkini. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger Edited by Materi Teknik Informatika